OBAT HATI YANG ISLAMI

Bagaimanakah “obat hati” yang islami itu?

1. Yang pertama adalah membaca Al Qur’an dengan disertai pemahaman maknanya.


Al Qur’an adalah bacaan yang paling cocok dalam segala suasana.
Pada saat kita gembira, maka peringatan-peringatan yang ada
dalam Al Qur’an akan mampu menjadi pengerem agar kita tak lupa diri.
Demikian pula halnya pada saat kita sedih, maka dengan
membaca Al Qur’an terasa sekali dalam lubuk hati kita
sentuhan kesejukan dari Firman Allah SWT. Kala kita gagal dalam mencapai sesuatu, maka pesan-pesan dalam Al Qur’an akan mampu menawarkan kesedihan yang ada dalam hati kita.
Dengan membaca Al Qur’an, semangat yang hampir pudar karena kegagalan insya Allah akan berangsur pulih kembali.

Firman Allah dalam
” Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman ….”

2. Yang kedua adalah dengan berdzikir yang lama.

Allah SWT berfirman
” ..ingatlah, hanya dengan mengingat Allah.lah hati menjadi tenang “

Kenapa dengan berdzikir ?
Sebab dengan mengingat Allah, maka timbulah tawakkal
dan penyerahan dirikita kepada Allah. Dan kalau toh apa yang
hendak kita raih tersebut luput terpegang tangan, maka dengan
kembali mengingat Allah, sadarlah kita, mungkin apabila keinginan kita tersebut terkabul, justru mudharotlah yang datang.Dengan demikian yang muncul bukanlah rasa kecewa dan penyesalan,
akan tetapi justru syukur yang dalam pada Allah. Bukankah Allah yang paling mengetahui keadaan dan kemampuan kita ?

3. Yang ketiga adalah dengan puasa.

Salah satu hikmah puasa, disamping dapat menimbulkan
perasaan sosial terhadap sesama, adalah untuk kesehatan.
Bukti-bukti cukup banyak, bahwa orang orang yang mengidap mag,
malah sembuh bila berpuasa, padahal menurut ilmu kedokteran
seharusnya orang yang mengidap mag menjaga makannya
agar teratur dan tidak telat. Penulis sendiri juga mengalami,
gangguan pencernaan yang tak kunjung reda, malah sembuh
dengan membiasakan puasa sunah. Ditinjau dari segi kejiwaanpun puasa
ternyata mempunyai efek yang baik sekali.Sebab dengan puasa, secara tidak langsung
seseorang dilatih untuk dapat mengendalikan tuntutan hawa nafsu yang cenderung untuk melakukan hal-hal yang sesat. Dilain pihak, dengan berpuasa, seseorang akan jadi merasa lebih dekat dengan Allah, sehingga merasa lebih aman dan tenteram.

4. Yang ke empat ialah shalat malam.

Shalat tahajut, meskipun tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan
untuk melakukannya. Banyak ayat dalam Al Qur’an yang
menujukkan betapa penghargaan Tuhan terhadap hamba-hambaNya
yang datang menemuiNya, pada saat hamba-hamba yang lain lelap dalam tidur.
Allah menjanjikan, terhadap orang-orang yang bersegera menuju keridhaanNya, suatu derajat yang tinggi.
” Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajutlah kamu sebagai suatu
ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat
yang terpuji “

5. Yang kelima ialah mengunjungi saudara sesama muslim.

Banyak sekali hikmah yang dapat dikaji dari silaturahmi terhadap
sesama saudara muslim ini. Dengan bersilaturami, maka ukhuwah yang hampir retak akan kembali utuh.
Dengan bersilaturami, maka berbagai persoalan yang membelit
kepala insya Allah akan dapat dicarikan penyelesaiannya.
Dengan bersilaturahmi, kita dapat saling berbagi suka dan duka, berbagi kesedihan,
mencurahkan perasaan, sehingga beban berat yang menghimpit, akan terasa lebih ringan,
karena kita tidak sendiri.
Disamping itu, saling pesan dalam kebenaran dan kesabaran hanya mungkin
terlaksana apabila tali ukhuwah tetap terjalin.

SUMBER :

http://www.myquran.org/forum/archive/index.php/t-3946.html

TOMBO ATI

TOMBO ATI(opick)

Tombo ati iku limo perkorone
Kaping pisan moco Qur’an lan maknane
Kaping Pindho sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat weteng iro ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo biso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Alloh Nyembadani

Obat hati itu lima perkaranya
Yang pertama baca qur’an dan maknanya
Yang kedua sholat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
Yang ke empat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah
Salah satunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Gusti Alloh mencukupi

Orang yang Dilindungi Allah ada 7 Perkara.

Orang yang Dilindungi Allah

 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ (ص) قَالَ : سَبْعَةٌ يُضِلُّهُمُ اللهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ؛ إِمَامٌ عَادِلٌ وَشَابٌ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَا فِى اللهِ إِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ إِمْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصَبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّى أَخَافُ اللهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَتَعْلَمَ شِمَالُهُ مَايُنْفِقُ يَمِيْنُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ (متفق عليه)

Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda: “Ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Mereka adalah pemimpin yang adil, anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah”, seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya, dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata”. (H.R.Bukhary – Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa pada hari kiamat ada tujuh tipe atau golongan manusia yang akan mendapatkan perlindungan Allah swt., yaitu :

1. Pemimpin yang adil
Menjadi pemimpin yang adil itu tidaklah mudah, butuh pengorbanan pikiran, perasaan, harta, bahkan jiwa. Dalam ajaran Islam, kepemimpinan bukanlah fasilitas namun amanah. Kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu sebagai fasilitas, kemungkinan besar kita akan memanfaatkan kepemimpinan itu sebagai sarana memperkaya diri tanpa menghiraukan aspek halal atau aharam.
Sebaliknya, kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu sebagai amanah, kita akan melaksanakan kepemimpinan itu dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Nah, untuk melaksanakan kepemimpinan dengan cara yang amanah itu tidaklah mudah,. Karena itu logis kalau kita menjadi pemimpin yang adil, Allah akan memberi perlindungan di akhirat kelak.

2.Anak muda yang saleh
Masa muda adalah masa keemasan karena kondisi fisik masih prima. Namun diakui bahwa ujian pada masa muda itu sangat beragam dan dahsyat. Oleh sebab itu, apabila ada anak muda yang mampu melewati masa keemasannya dengan taqarrub (mendekatkan) diri kepada-Nya, menjauhkan diri dari berbagai kemaksiatan, serta mampu mengendalikan nafsu syahwatnya, Allah akan memberikan perlindungan-Nya pada hari kiamat. Ini merupakan imbalan dan penghargaan yang Allah berikan kepada anak-anak muda yang saleh.

3.Orang yang hatinya terikat pada mesjid
Kalimat “seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid” seperti yang disebutkan hadits di atas, paling tidak menunjukkan dua pengertian. Pengertian pertama, orang-orang yang kapan dan di manapun berada selalu ingin memakmurkan tempat ibadah. Pengertian kedua, orang-orang yang tidak pernah melalaikan ibadah di tengah kesibukan apapun yang dijalaninya.

4.Bersahabat karena Allah
Poin ini terambil dari kalimat “dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah”.
Bersahabat karena Allah swt. maksudnya kita mencintai seseorang atau membencinya bukan karena faktor harta, kedudukan, atau hal-hal lain yang bersifat material, namun murni semata-mata karena Allah swt. Kalau sahabat kita berbuat baik, kita mendukungnya, dan kalau berbuat salah kita mengingatkannya, bahkan kita berani meninggalkannya kalau sekiranya sahabat tersebut akan menjerumuskan kita pada gelimang dosa dan maksiat. Inilah yang dimaksud dengan persahabatan karena Allah.

5.Mampu menghadapi godaan lawan jenis
“Seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah.”
Kalimat ini menggambarkan bahwa kalau kita mampu menghadapi godaan syahwat dari lawan jenis, maka kita akan mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat.
Di sini digambarkan seorang laki-laki yang digoda wanita bangsawan nan rupawan tapi dia menolak ajakannya bukan karena tidak selera kepada wanita itu, namun karena takut kepada Allah. Jadi, rasa takut kepada Allahlah yang menjadi benteng laki-laki tersebut, sehingga tidak terjerembab pada perbuatan maksiat. Karena itu Allah memberikan penghargaan pada hari kiamat dengan memberikan pertolongan-Nya. Di sini diumpamakan laki-laki yang digoda wanita, namun sangat mungkin wanita pun digoda laki-laki.

6.Ihklas dalam beramal
“Seseorang yang mengeluarkan sedekah lantas disembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya.” Ini gambaran keihlasan dalam beramal. Saking ihklasnya dalam beramal sampai-sampai tangan kiri pun tidak tahu apa yang diinfakkan atau disumbangkan oleh tangan kanannya. Pertanyaannya, bolehkah kita bersedekah sambil diketahui orang lain, bahkan nama kita dipampang di koran?
Boleh saja, asalkan benar-benar kita niatkan karena Allah swt., bukan karena cari popularitas. Perhatikan ayat berikut, “ Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Baqarah 2: 271)

7.Zikir kepada Allah dengan khusyu
“Seseorang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi, kemudian ia mencucurkan air mata.”
Zikir artinya mengingat Allah. Kalau seseorang berdo’a dengan khusyu hingga tak terasa air mata menetes karena sangat nikmat berzikir dan munajat kepada-Nya, maka Allah akan memberikan pertolongan kepadanya pada hari kiamat kelak.

Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan agar kita bisa menjadi orang-orang yang mendapat pertolongan dan perlindungan-Nya. Caranya? Kerjakanlah tujuh poin di atas! Wallahu A’lam.

YA ROBBANA

Ya Robbana, Robbana, Robbana [3x]  
   
Ya Tuhan kami yang menguasai hati  
kami telah lupa senantiasa bersalah  
hanya padaMu hati ingin kembali  
kami telah sesat kami telah aniaya  
   
jika tanpa ampunanMu  
jika tanpa Rahmat dan cintaMu  
sesungguhnya kami adalah orang merugi  
   
Ya Robbana, Robbana, Robbana [2x]  
   
Ya Tuhan kami yang Maha Mengampuni  
tiadalah tempat untuk kami kembali  
kami yg lemah tiada daya upaya  
hanya padaMu diri ini berharap  
   
jika tanpa ampunanMu  
jika tanpa Rahmat dan cintaMu  
sesungguhnya kami adalah orang merugi [2x]  
   
Ya Robbana, Robbana, Robbana  
Ya Robbana Dholamna Anfussana  
wa illam taghfirlana  
wa tarhamna lanakunanna  
minal khusirin

Doa-doa bermanfaat.

 

 

Kumpulan Do’a

“Dan Tuhanmu berkata ,Berdo’alah kamu kepada-Ku, Pasti akan kuperkenankan permintaanmu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina-dina” (Q.S. Al Mu’min : 60).

Pengertian berdo’a adalah memohon atau meminta pertolongan kepada Allah SWT, tetapi bukan berarti hanya orang yang terkena musibah saja yang layak memanjatkan do’a. Sebagai seorang Muslim kita layak berdo’a walaupun kita dalam keadaan sehat. Do’a merupakan unsur yang palin esensial dalam ibadah. Sebagaimana Sabda Rasulullah saw “Do’a itu ibadah” (H.R. Abu Daud, Tirmizi, Nasai dan Ibnu Majah). “Tiada sesuatu yang paling mulia dalam pandangan Allah, selain dari berdo’a kepada-Nya, sedang kita dalam keadaan lapang”(H.R. Al Hakim). Didalam berdo’a ada tata cara. waktu dan tempat berdo’a.


1. Tata cara berdo’a

 

a. Menghadap Kiblat

 

Hal ini berdasarkan sebuah hadis “Rasulullah datang ketempat wuquf di Arafah dan ia menghadap kiblat lalu terus menerus berdo’a sehingga tenggelam matahari”

 

b. Membaca Hamdalah atau pujian, Istighfar dan membaca Shalawat

 

Salah seorang Sahabat Nabi berkata : “Ketika Nabi Muhammad saw duduk dimesjid, tiba-tiba datang seorang laki-laki masuk, lalu ia shalat. Setelah selesai ia membaca doa,’Allahummaghfirlii warhamnii’. Maka waktu itu Rasulullah pun berkata, wahai kawan, engkau terburu-buru. Jika kau shalat, duduklah dahulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah. Karena dia yang memiliki pujian itu, lalu kau baca shalawat kepadaku kemudian baru berdo’a .Kemudian datang seorang yang lain setelah shalat ia memuji Allah dan membaca shalawat untuk Nabi Muhammad saw. dan setelah itu Nabi bersabda, Berdo’alah akan dipenuhi.”

 

c. Dengan suara lembut dan rasa takut

 

Sebagaimana Firman Allah SWT yang berbunyi, “Berserulah (Berdo’a) kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah engkau berbuat kerusakan dibumi sesudah (Allah SWT ) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak diterima) dan harap (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al A’raf : 55-56)

d. Yakin akan dipenuhi

 

Di dalam berdoa kita harus yakin dan berprasangka baik kepada Allah, seperti hadis berikut ini : “Sesungguhnya Alla ‘Azza wa Jalla berfirman : Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya apa bila ia berdoa kepada-Ku”.

2. Waktu yang paling baik

 

a. Antara azan dan Iqamat.
b. Menjelang waktu shalat dan sesudahnya.
c. Waktu sepertiga malam yang terakhir.
d. Sepanjang hari jum’at
e. Antara Dzuhur dan Ashar, serta Ashar dan Maghrib
f. Ketika Khatam membaca Al-Qur’an
g. Ketika Turun hujan.
h. Ketika melakukan Tawaf.
i. Ketika menghadapi musuh dimedan perang.

3. Tempat-tempat yang baik untuk berdo’a

 

a. Di depan dan di dalam Kabah.
b. Di masjid Rasulullah saw.
c. Di belakang makam Nabi Ibrahim as.
d. Di atas bukit Safa dan Marwah.
e. Di Arafah, di Muzalifah, di Mina dan disisi jamarat yang tiga.
f. Di tempat-tempat yang mulia lainnya seperti Masjid atau Mushalla.

 

 

Do’a Sehari-hari

Do’a – do’a ini disusun berurutan berdasarkan kejadian yang kita alami sejak bangun tidur pada pagi hari sampai tidur kembali pada malam harinya. Do’a disini tanpa ada do’a yang berhubungan dengan ibadah karena akan disajikan di halaman do’a seputar ibadah
1. Do’a Ketika Bangun Tidur

“Alhamdu lillahil-ladzi ahyaanaa ba’da maa amaatana wailaihin – nusyuur” artinya : “Segala Puji bagi Allah yang menghidupkan kami sesudah mati/tidur kami, dan kepada-Nya kami kembali”

2. Do’a Ketika Mimpi Baik

“Alhamdulillahil-ladzii qadlaa haajati” Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah memberi hajatku”

3. Do’a Ketika Mimpi Buruk

“Allahumma inni a’’uuzu bika min ‘amalisysyaithaani wa sayyiaatil ahlaami” Artinya : “Yaa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dari mimpi-mimpi yang buruk”

4. Do’a Sebelum Masuk WC

 

“Bismillahi, Allaahhumma innii a’uudzu bika Minal khubutsi wal khabaaitsi”Artinya : “Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan para setan”

 

 

 

5. Do’a Setelah keluar WC

“Alhamdu lillahil-ladzii adz-haba maa yu’dziannii wa abqaa fiyya maa tanfa’unii” Artinya : “Segala Puji bagi Allah yang telah menghilangkan apa yang menyakitkan aku dan menyisakan apa yang bermanfaat bagiku.”

6. Do’a Hendak Berpakaian

 

“Bismillahari rahmaanir rahim. Allaahumma inni as-asluka min khairihi wa khairi maa huwalahu wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa humalahu” Artinya : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yaa Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pakaian ini, dan kebaikan sesuatu yang ada dipakaian ini. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pakaian ini dan sesuatu yang ada dipakaian ini”

7. Do’a Ketika bercermin

“Al hamdulillaahil ladzi sawwaa khalqi fa’adda=lahu wa karramahu shurata wajhi fa nahaa wa ja’alani minal muslimin” Artinya : “Segala puji bagi Allah yang menyempurnakan kejadiaanku dan memperindah dan memuliakan rupaku lalu membaguskannya dan menjadikan aku muslim”

8. Do’a Sebelum Makan

 

“Allahumma baarik llanaa fiima razaqtanaa waqinaa adzaa ban-naar”Artinya : “Yaa Allah, berkatilah rezeki yang engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka”

9. Do’a Sesudah Makan

 

“Alhamdu lillahhil-ladzi ath-amanaa wa saqaana waja’alanaa muslimiin” Artinya : “Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami memeluk agama islam”

 

10. Do’a Keluar Rumah

“Bismillahi tawakkaltu ‘alallah wa laa haula walaa quwwata illaa billaahi” Artinya : “Dengan nama Allah aku berserah diri kepada-Nya, dan tiada upaya kecuali dengan pertolongan Allah”

11. Do’a Berpergiaan

“Allahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi annaa bu’dahuu, Allahumma antashshaahibu fis-safari wal khaliifatu fil ahli”Artinya : “Ya Allah, mudahkanlah kami berpergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam berpergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga”

 

12. Do’a Naik Kendaraan Darat

“Subhaanal ladzi sakhkhara lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahu muqrinina wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuuna” Artinya : “Maha suci Tuhan yang memudahkan ini kendaraan bagi kami, sedangkan kami tiba bisa memudahkan kepada-Nya, dan kepada Allah kami kembali”

 

13. Do’a Naik Kendaraan Laut

“Bismillaahi majraahaa wa mursaahaa innaa rabbi laghafuurur rahimu” Artinya : “Dengan nama Allah, yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku Pemaaf lagi Pengasih”

14. Tiba ditempat Tujuan

“Al hamdulillaahil ladzi salamani walladzi aawani wal ladzi jama’asy syamla bi” Artinya : “Segala puji bagi Allah, yang telah menyelamatkan akau dan yang telah melindungiku dan yang mengumpulkankanku dengan keluargaku”

15. Do’a Hendak Masuk Rumah

 

“Allaahumma inni as-aluka khairal-muulaji wa khairal mukhroji bismillahi walajnaa wa bismillahi kharajnaa wa-alallaahi rabbina tawak-kalnaa” Artinya : “Yaa Allah, aku minta kepada-Mu baiknya runah yang kumasuki dan rumah yang kutinggalkan. Dengan nama Allah kami masuk rumah, dengan nama Allah aku keluar rumah, serta kepada-Nya aku berserah diri”

 

16. Do’a Melepas Pakaian

“Bismillaahiiladzi laa illaaha ilallahuu” Artinya : “Dengan nama Allah yang tiada tuhan selain-Nya”

 

17. Do’a Sebelum Tidur.

 

“Bismikallaahumma ahyaa wa amuut” Artinya : “Dengan nama-Mu yaa Allah, hidupku dan matiku”

 

 

Do’a-do’a dalam keadaan tertentu

1. Suami, Istri, anak dan orang tua

 

a. Ucapan suami kepada istri dimalam pengantin

 

“Allahuma inni as-aluka khaira khairama jabaltaha ‘alaiha. Wa a’udzu bika min syarriha wa syarrima jabaltaha ‘alaihi” artinya : “Wahai Tuhanku, aku mohon kepada-Mu kebajikannya dan kebajikan tabiatnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan tabiatnya”

 

b. Untuk suami istri yang mandul

 

“Bismillahir rahmanir rahimi. Rabbi la tadzarni fardan wa anta khairul waritsina” Artinya : “Dengan Nama Allah yang maha pengasih lagi Maha Penyayang. Wahai Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris Yang paling baik”

 

c. Untuk merukunkan kembali suami istri yang akan bercerai

 

“Wa alqaitu ‘alaika mahabbatan minni wa litushna’a ‘ala ‘aini” Artinya : “Aku jatuhkan padamu rasa kecintaan dariku dan agar diperbuat oleh kamu atas mataku”

 

d. Dianugrahi Istri dan anak yang shaleh

 

“Rabbana hab lana min azwajina wa dzuriyyatina qurrata a’yunin waj’alna lil muttaqina limaman” Artinya : “Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami dari istri-istri kami dan anak cucu kami yang menyenangkan kami dan jadikanlah kami sebagai ikutan bagi orang-orang yang bertaqwa ” (QS. Al-Furqan : 74)

 

5. Agar anaknya menjadi orang yang berilmu

“Allahummaj’alni wa auladi wa dzurriyyati min ahlil’ khairi wa la taj’alni wa iyyahummin ahlis su-i wa ahlidh-dgairi warzuqni wa iyyahum ‘ilman nafi’an wa rizqan wa si’an wa khuluqan hasanan wattaufiqa lith-tha’ati wa fahman nabiyyina” artinya : “Ya Allah, jadikanlah aku, anak-anakku, dan keluargaku termasuk dari golongan orang yang baik. Dan janganlah Engkau jadikan aku serta mereka dalam golongan orang yang jahat, dan orang yang membuat mudharat. berilah rezeki kepadaku dan kepada mereka berupa ilmu yang bermanfaat, rezeki yang lapang, budi pekerti yang baik, pertolongan untuk taat, dan kepahaman mengenai para nabi”

 

6. Untuk kedua orang tua

 

“Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma
kama rabbayani shaghiran” Artinya : “Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah serta ibuku, kasihanilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil”.

Fitnah dan Ibunda.

” aljanattu takhta aqdamil ummahati, artinya : surga berada d bawah telapak kaki ibu”

“alfitnattu ashadu minal qodli. artinya : memfitnah lebih kejam daripada membunuh”

Fitnah Yang Keji

Nabi Muhammad SAW sejak kecil sampai wafat tidak bisa menulis dan membaca, Tetapi banyak kisah-kisah purbakala lahir dari lisannya dan dicatat generasi-generasi berikutnya. Kalau benar beliau tak bisa membaca, dari mana beliau tahu kisah-kisah itu? Apakah didengarnya dari penuturan para ahli kitab atau dari seseorang yang memang super luar biasa, yang hafal ratusan kisah purbakala? Ulama berpendapat bahwa kisah-kisah yang pernah beliau tuturkan kepada para sahabat, diperolehnya bukan dari manusia melainkan langsung dari Allah. Tentang bagaimana caranya, wallahu a’lam, manusia sulit mengetahuinya.

Di antara kisah-kisah purbakala yang dinyatakan berumber dari Nabi terdapat di dalam kitab Sahih al-Bukhari dan satu di antaranya ialah kisah Juraij. Sayangnya, kisah Juraij yang terdapat di dalam Sahih al-Bukhari tersebut bisa mengesankan sebagai hasil khayalan. Padahal kalau memang benar bersumber dari Nabi dan diceritakan sebagaimana yang Nabi tuturkan, tidak ditambah-tambahi atau dikurangi, seharusnya kisah itu akurat.

Di dalam kisah itu, asal usul sang tokoh tak dijelaskan, begitu juga tanggal dan tempat serta tahun kelahirannya, misalnya pada zaman Nabi apa ia hidup Yang diberitahukan hanya tokoh yang bernama Juraij itu adalah seorang pemuda yang rajin shalat dan berzikir serta melakukan ibadah mahdah. Cara shalatnya bagaimana, juga tak jelas. Agaknya bukan shalat menurut yang diajarkan Nabi Muhammad, sebab sang tokoh hidup pada zaman sebelum Muhammad SAW.

Juraij membuat scbuah tempat khusus untuk shalat dan berzikir kepada Allah. Namanya sauma’ah, semacam mushalla (langgar/surau/meunasah) menurut versi Indonesia sekarang.

Nah, pada suatu hari. ketika Juraij shalat di sauma’ahnya itu, ibunya datang dan memanggilnya.

“Hai Juraij! aku ibumu, jawablah panggilanku.”

Panggilan ibunya itu menyebabka Juraij terganggu dalam shalatnya. Ia dihadapkan pada pilihan dilematis. Menyahut panggilan ibu kandung, hukumnya wajib. Sebaliknya kalau ia menjawab panggilan ibunya itu, shalatnya bisa batal Bila tidak menjawab, ia juga berdosa, ragu harus memilih yang mana.

Dalam kondisi ragu demikian. Juraij akhirnya bertanya kepada Allah, apakah panggilan ibunya itu yang disahutnya dengan konsekuensi shalatnya batal, atau shalatnya dilanjutkannya dengan konsekuensi panggilan ibunya tak dapat disahutnya. Juraij ternyata memilih meneruskan shalatnya.

Teks hadis tak menjelaskan apakah sang ibu tahu putranya itu sedang shalat atau tidak. Andaikata ia tahu, berarti ia salah, karena memanggil orang yang sedang shalat walaupun yang dipanggilnya itu putra kandungnya sendiri. Kalau ia tak tahu, itu mengapa ia memanggil putranya itu? Bukankah mungkin saja sang putra sedang berada di tempat?

Tidak berapa lama kemudian, ibunya datang untuk kedua kalinya. lalu memanggil,

“Juraij! aku ibumu, jawablah panggilanku….”

Kembali Juraij dihadapkan pada dilema yang sama. Dan kembali ia bertanya Ia kepada Allah:

“Ya Allah!, ibuku atau shalatku?”

Sementara itu Juraij tetap memilih meneruskan shalatnya. Juga tak dijelaskan di dalam hadis tersebut, apakah pilihan Juraij ini didasarkan pada jawaban dari Allah atau hanya sekadar mengikuti kata hatinya saja.

Tiga kali ibunya datang memanggilnya ketiganya dilakukan bertepatan pada saat Juraij shalat, dan tiga kali pula jawaban dari sang putra tidak didapatkan sang ibu.

Kisah ini memang terasa kurang logis Sebab menurut logika. kalau jawaban anak tak didapatkan, sang ibu biasa mencaritahu penyebabnya. Kalau sang ibu mengetahui bahwa sang putra sedang shalat, ia seharusnya merasa bangga mempunyai anak yang salih dan taat beribadah. Tetapi di dalam hadis itu, Juraij digambarkan malah merasa kecewa.

Mungkin pula karena ibunya terlalu kecewa, akhirnya ia berdoa kepada Allah:

“Ya Tuhan, sesungguhnya Juraij adalah anakku. Aku sudah memanggilnya berulang kali, namun ternyata ia enggan menjawabnya, Ya Tuhan, janganlah Engkau matikan dia sebelum dia mendapat fitnah yang disebabkan oleh perempuan pelacur….”

Doa ibu ini jelas bukan doa yang baik, Ibu yang baik biasanya mendoakan kebaikan untuk anak kandungnya, bukan sebaliknya. Apalagi Juraij dalam hal ini tak dapat diklaim bersalah atau durhaka kepada ibunya. Sebab ia tak menyahut panggilan ibunya itu bukan karena ia tak mau menjawab, tetapi karena ia sedang shalat menghadap Tuhannya. Seolah ada paradoks, di satu sisi,- ia taat beribadah kepada Allah, sementara di sisi lain, ia bersikap tak simpatik terhadap ibu kandungnya yang melahirkan dan mengasuhnya sejak kecil.

Lanjutan kisah setelah peristiwa itu, pada suatu hari seorang penggembala kambing berteduh di sauma’ah Juraij yang letaknya jauh terpencil dari pusat keramaian. Pada saat yang bersamaan, datang pula seorang perempuan dari sebuah dusun yang juga berteduh di sauma’ah tersebut. Kemudian keduanya berzina.

Ini pun agak aneh. Mengapa harus berzina? Bahkan dalam hadis itu dikatakan perzinaan itu menghasilkan seorang bayi. Bayi yang tak jelas siapa bapaknya itu kemudian menimbulkan masalah tersendiri, yang akhirnya membawa petaka.

Masyarakat mengecam perempuan itu sebagai pelacur dan mereka mempertanyakan siapa sesungguhnya bapak bayi itu. Kalau pelacur itu jujur, tentunya ia akan mengaku saja, bapak bayi itu penggembala kambing. Tetapi pelacur itu ternyata tak jujur. la menfitnah Juraij.

Dituduhnya Juraijlah yang seharusnya bertanggungjawab terhadap bayi itu. Dan ini mungkin manifestasi dari makbulnya doa ibu Juraij, bahwa Juraij tidak mati sebelum bermasalah dengan pelacur.

Begitu masyarakat diberitahu bahwa anak yang mungkin diklaim sebagai anak haram jadah itu merupakan anak Juraij, mereka marah besar. Entah siapa yang memprovokasi, massa berduyun-duyun mencari Juraij. Setiba di sauma’ahnya, mereka temukan Juraij sedang shalat.

Demo tanpa sebab yang jelas ini tak dapat dibendung. Ketika Juraij dipanggil tidak menjawab, para pendemo tambah berang. Sebagai manifestasinya, mereka merobohkan sauma’ah Juraij.

Juraij terkejut dan segera keluar menemui para pendemo yang kurang sopan itu, lalu bertanya apa kesalahannya sehingga sauma’ahnya mendadak dirobohkan, Massa dengan beringas menjawab bahwa Juraij ternyata alim palsu, moralis gadungan, karena telah menghasilkan anak zina melalui seorang pelacur murahan. Menurut mereka, orang yang rajtn shalat dan berzikir tak pantas berzina, apalagi dengan pelacur murahan. Mereka bertindak tanpa terlebih dulu melakukan cek dan ricek.

Setelah Juraij tahu duduk permasalahannya, ia minta mereka menunjukkan anak yang diklaim sebagai hasil perzinaannya dengan pelacur murahan itu. Setelah anak itu dibawa ke hadapannya, terjadi sesuatu yang tak lazim terjadi, atau bahkan mungkin dianggap irasional, yaitu Juraij bertanya kepada anak itu,

“Siapakah bapakmu?”

Andaikata anak itu diam tak menjawab, tak aneh. Sebab di mana-mana yang namanya bayi memang belum mampu memahami pertanyaan dan belum bisa menjawabnya. Tetapi kasus ini aneh bin ajaib, Bayi tersebut ternyata bisa menjawab.

“Bapakku seorang penggembala kambing,” katanya.

Jawaban ini terdengar oleh semua peserta demo. Mereka tentu merasa heran. Mungkin seumur hidup mereka; baru kali itu mereka melihat dan mendengar bayi bisa berbicara, bahkan menjawab pertanyaan orang dewasa. Keanehan itu mungkin menyebabkan para .pendemo yakin bahwa Juraij memang benar dan jujur, dan hanya menjadi korban fitnah yang keji.

Yang menjadi tugas selanjutnya para pedemo itu seharusnya mencari lelaki yang telah menghamili pelacur itu. Tetapi dalam hadis tersebut tak dijelaskan bahwa para pedemo berupaya mencari lelaki pelaku zina dimaksud. Di dalam hadis itu hanya dikatakan bahwa akhirnya para pedemo merasa menyesal teiah menuduh Juraij berzina. Mereka lebih menyesal lagi Karena telah merobohkan sauma’ah tempat ia berzikir. Padahal tak sepantasnya mereka melakukannya.

Karena merasa telah berdosa dan bersalah merobohkan bangunan orang yang sesungguhnya tak bersalah, mereka menyatakan akan mombangun kembali sauma’ah Juraij dari bahan yang jauh lebih berkualitas dan mewah. Tetapi Juraij tak mau sauma’ahnya dibangun dengan bahan-bahan yang mewah dan mahal.

Apa yang dapat dipetik dari kisah di atas9 Beberapa di antaranya mungkin sebagai berikut
1. Menjawab panggilan ibu kandung adalah wajib bagi seorang anak. Bahwa Juraij sedang shalat ketika dipanggil ibunya – tapi toh ia mendengar panggilan itu – maka seharusnya ia segera mendatangi ibunya setelah selesai menunaikan shalat, sehingga ibunya tak perlu sampai tiga kali dating memanggilnya.
2. Doa ibu mengenai anaknya kepada Tuhan sangat mustajab, terlebih karena ibunya merasa dikecewakan oleh anak. Doa ibu terpenuhi bahwa Juraij menghadapi masalah dengan perempuan pelacur, meski sebatas tuduhan dan akhirnya terbebas.
3. Tuhan melindungi Juraij dari fitnah keji karena ia istiqomah dalam beribadah dan tidak melakukan perbuatan maksiat. Ia hanya dikagetkan oleh tindakan massa merobohkan suraunya sebagai ganjaran kelalaiannya tidak memenuhi panggilan ibunya, atau karena egonya beribadah kepada Tuhan.
4. Masalah bayi yang bisa berbicara, semata-mata merupakan hak prorogatif Tuhan.
5. Massa yang termakan fitnah dan bertindak ceroboh, akhirnya diliputi penyesalan dan menanggung akibat kecerobohannya, membangun kembali surau Juraij dengan kualitas yang lebih baik, meski Juraij tidak menuntutnya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.